TEKS INSPIRATIF
KEPRIBADIAN SEORANG ANAK PEREMPUAN
Pada suatu hari, terdapat sebuah sekolah yang dibilang
cukup elite. Sekolah dengan bangunan tua tetepi terlihat sangat cantik, dengan
tiang-tiang yang kokoh dan siswa siswi yang berprestasi. Disekolah tersebut
terdapat suatu kelas dengan para siswa siswi beserta guru terlihat seperti
sedang melakukan diskusi. Guru laki-laki itu berbadan sedang dan tinggi apabila
kita melihatnya seperti melihat tiang berjalan.
Disaat para guru dan siswa siswi sedang berdiskusi dapat
dilihat bahwa mereka tidak ada yang tidak menyimak perdiskusian tersebut.
Setelah beberapa menit mereka berdiskusi kini apa yang menjadi bahan diskusi
itu sudah dikupas tuntas oleh guru dan siswa siswi yang cerdas. Sedangkan waktu
untuk mereka diskusi masih tersisa 15 menit. Guru itu sedang memutar otak mencari
sebuah ide untuk mengisi waktu yang masih cukup panjang. Tiba-tiba terlintas
sebuah ide dalam benaknya yang dapat membuat guru itu mengetahui kepribadian
murid-muridnya.
Guru laki-laki itu
membuat garis sepanjang 1 meter di papan tulis.
“Anak-anakku apakah ada
yang bisa membantu bapak memperpendek garis dipapan tulis ini?” guru itu
bertanya didepan kelas kepada murid-muridnya.
Seorang murid laki-laki
yang dikenal pintar merupakan siswa terbaik dikelas dan memenangkan lomba
olimpiade tahun lalu dengan percaya diri ia maju kedepan dan langsung menghapus
garis yang berada dipapan sepanjang 20 cm, sehingga garis panjang yang awalnya
1 m menjadi 80 cm.
Guru laki-laki itu
hanya tersenyum pada muridnya tadi, kemudian ia mempersilahkan murid perempuan
yang sedari tadi mengacungkan tangan untuk maju menjawab tantangan dari guru
itu. Anak perempuan dengan paras cantik itu merupakan salah satu penanyi cilik
yang memenangkan ajang pencarian bakat yang dilaksanakan pada 2 tahun lalu dan
telah mengharumkan nama sekolah mereka.
Tidak disangka anak
perempuan tersebut sama dengan anak pertama tadi, tetapi ia menghapus garis
dipapan sepanjang 25 cm yang sekarang garis ini memiliki panjang 55 cm.
Komentar
Posting Komentar